“A“ CS Pelaku Penipuan dan Penggelapan Akhirnya Gol Di Polsek P. Sei Tuan, Pelaku Ada Yang Mengaku Oknum Polisi

Medan, Sumut (mediakomentar.com) – RN (Korban) warga Deli serdang merupakan seorang pengusaha jual beli sepeda motor. Dalam menjalankan bisnisnya, RN memperkerjakan beberapa orang sebagai anggotanya. Salah satunya adalah dengan inisial A (Pelaku).

Didalam perjalanan kerjanya. A sudah mendapat kerpercayaan dari RN selaku Bosnya untuk melakukan segala transaksi jual beli sepeda motor. Bahkan untuk melancarkan bisnis tersebut RN sudah mempercayakan A untuk membawa sejumlah uang guna membeli sepeda motor  dari penjual. Ternyata kepercayaan RN kepada A dibayar dengan penipuan yang dilakukan oleh A cs.

Hal ini disampaikan oleh RN selaku korban kepada awak mediakomentar.com, Jumat (31/7)sekira pukul 14.00 Wib yang pada saat itu didampingi pengancaranya ADV.  Junirman Manao, SH

“Awalnya A (Pelaku) memberitahukan kepada saya, bahwa ada sepeda motor yang mau di jual dengan merk Honda Vario dengan harga Rp 6.500.000,-. dengan tidak menaruh curiga saya memberikan uang sejumlah Rp 6.500.000, dua buah handphone beserta sebuah sepeda motor untuk mengambil sepeda motor yang akan dibeli kepada saksi yang berinisial (S).

Tapi, sekitar pukul pukul 21.30 Wib, Kakak Pelaku mendatangi saya di rumah dan meminta sejumlah uang sebesar Rp 20.000.000,- untuk menebus adeknya yang ketangkap polisi. Dan saya beserta keluarga selalu diteror oleh mereka karena tidak memberikan sejumlah uang yang diminta.

Kemudian saya dan kuasa hukum saya (ADV.Juniarman manao SH) melaporkan kejadian ini kekantor Polsek Percut Sei Tuan.  Alhamdulillah sekarang sudah ditangkap dikantor Polsek Percut Sei Tuan, pihak korban juga mengatakan akan terus melanjutkan ke pengadilan dan tidak ingin mengambil jalan damai dikarenakan selama ini korban dan keluarga merasa diteror oleh pelaku dan komplotannya.

Dilain pihak kami juga menanyakan kepada saksi yang ber inisial (s) mengatakan kalau dia diculik  dengan diborgol kedua tangannya dan dimasukkan kedalam mobil, sementara pelaku (A) berpura- pura seolah-olah ditodong senjata api dan memborgol kedua tangan (A) oleh teman pelaku yang berinisial (C) yang mengaku sebagai oknum polisi.

Saksi juga mengatakan sepeda motor yang mereka bawa merek yamaha mio dengan  BK 5763 RAJ, serta dua buah HP merek OPPO dan VIVO juga uang tunai sebesar Rp 6.500.000 dirampas dari tangan saksi oleh kakak pelaku.

Sementara sepeda motor dibawa kerumah pelaku (C) setelah mengantar kereta kerumah C, saksi lalu dibawa berkeliling sampai jam 03.00 wib pagi. Didalam mobil tersebut ada 6 orang, saksi, pelaku(A) dan kakak pelaku, teman pelaku (C) dan 2 orang yang tidak diketahui namanya oleh saksi” terang saksi kepda awak media.

Informasi yang didapat bahwa Pelaku yang ketangkap 2 Orang yaitu A dan C (yang mengaku personil Polri). Sedangkan yang lainnya masih bebas berkeliaran dan seolah gak ada penetapan sebagai tersangka. Apalagi  kasus penipuan dan penggelapan ini ibarat sebuah sindikat dan sudah terencana. Hal ini menjadi suatu keherananbagi awak media.

Selanjutnya awak media mengkonfirmasi permasalahan ini kepada kanit reskrim Polsek Percut Sei Tuan Hadrianto. Dan membenarkan telah ada laporan dari saudara Rasoki Nasution pada hari kamis 16 juli 2020 dengan nomor STTLP/1536/VII/2020 SPKT PERCUT, dan kami sudah menangkap pelaku. Diantara dua belah pihak tidak ada kesepakatan damai dan kemungkinan berkas akan kami limpahkan kekejaksaan.(Nur anidah nst sp.d)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *