8 TSK Ahli Bongkar Rumah Di Ringkus Personil Jatanras Poldasu Di Dua TKP

Medan (mediakomentar.com) – Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumatera Utara berhasil ungkap dua kasus pencurian dengan pemberatan yang terjadi pada Oktober 2019 ,Dari dua kasus petugas berhasil mengamankan delapan TSK dan memburu 2 tersangka yang kabur.

Dua kasus pencurian dengan pemberatan terjadi di lokasi yang berbeda.Namun kedua kasus modusnya sama-sama melakukan pengerusakan yang dilakukan lebih dari satu orang.

Kedua kasus ini modusnya sama, membongkar bangunan atau rumah (ruko). Kemudian melakukan pengerusakan dan dilakukan lebih dari dua orang. Dua kasus ini terjadi di bulan Oktober tetapi di dua TKP “Pungkas Kombes Pol Andi Rian didampingi Kasubdit III Jatanras AKBP Maringan Simanjuntak, Rabu (30/10/2019) sekira pukul 10:30wib

Kombes Pol Andi rian dalam paparan menjelaskan” untuk kasus pertama terjadi Senin 14 Oktober 2019 sekitar pukul 17.00 wib, dirumah pribadi milik Paham Tarigan Jalan Bunga Sedap Malam XI No 8 Kel.Sempakata Medan Selayang.Sejumlah pelaku menggasak barang – barang milik korban seperti 2 Unit Televisi, 30 buah jam tangan, 15 buah cincin emas, 10 buah kalung emas, 10 buah mainan kalung, 6 buah gelang emas, satu buah gelang berlian, 5 buah kerabu berlian, dan satu unit handphone. Kerugian ditaksir sekitar Rp 200 juta “terang Andi rian saat paparan.

Masih kata Andi Rian modus para pelaku dengan cara berpura – pura memanggil pemilik rumah.Jika di dalam rumah tidak ada pemiliknya, maka di saat itu para pelaku melakukan aksinya Pungkas Andi rian dalam paparan.

“Insiden kejadian sekitar pukul 05:00 sore, dengan modus mereka mengetok rumah ,kalo tak ada yang nyaut pelaku langsung masuk.Para pelaku ahli bongkar rumag ini sudah melakukan di tiga TKP namun dia dua TKP tidak berhasil mengambil barang curian,” terangnya.

Lanjut kombes Pol Andi rian” untuk kasus kedua dilakukan Rabu 23 Oktober di sebuah toko penjualan handphone di Jalan gagak Hitam, Medan.Tim personil Jatanras Polda Sumut berhasil mengamankan sejumlah barang bukti curian puluhan unit handphone.Barang bukti yang berhasil gasak oleh pelaku kurang lebih jumlahnya 61 unit smartphone. 13 unit yang berhasil kita amankan, masih ada 41 unit yang kita kejar bersama tersangka lain,” ujar Andi Rian.Dalam pengungkapan kasus ini,ada tiga dari lima tersangka berhasil diamankan, sedangkan dua lainnya masih DPO. Kerugian ditaksir mencapai Rp 400 juta.

Modus yang dilakukan para pelaku dengan cara memanjat papan reklame nama toko untuk bisa masuk ke dalam toko melalui pintu jendela lantai dua yang dalam kondisi tidak terkunci. Kemudian para pelaku berhasil memasuki akses lantai dua dan mengambil semua kunci ruko yang tersimpan dalam lemari.Para pelaku melakukan aksinya ke lantai satu yang merupakan lokasi penyimpanan handphone dan kabur melalui pintu utama.

“Para pelaku memanjat papan reklame, terus mengakses lantai dua.Kebetulan ruko yang dilantai tiga ada pemilik ruko Dan di lantai dua pintu jendela terbuka dan tidak ada jerjak.Sebenarnya karyawan toko ada di lantai tiga, dan saat kejadian sekitar pukul 04:00 pagi. Mereka masuk dari lantai dua turun ke lantai satu, dan ketemu dengan kunci lemari lengkap dengan nomor-nomornya termasuk kunci pintu. Pelaku keluar dari pintu utama,” ungkapnya.

Atas perbuatannya, pelaku terancam pidana penjara.Pada kasus pertama pencurian di rumah pribadi liam tersangka yang diamankan melanggar pasal 363 KUHP pidana dengan ancaman pidana penjara maksimal 9 tahun. Sementara untuk kasus pencurian di toko, ketiganya melanggar pasal 363 dan atau pasal 480 JUHPidana dengan ancaman maksimal 7 tahun penjara.

( Rizal )

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: