5 Tahun Buron, Robby (51) Pemalsu Surat Tanah Di Amankan Poldasu

Medan (mediakomentar.com) – Robby (51) warga JL.karya l no 12 Komplek Pemda Kel.Karang Berombak Kec.Medan Barat Medan sempat buron selama lima tahun tersandung kasus pemalsuan serta penggelapan surat tanah seluas 5 Hektar di daerah Medan Polonia akhirnya pasrah diboyong Polisi selasa (10/9/2019) pungkas Direktur Reserse Kriminal Umum Komisaris Besar Andi Rian Djajadi s.i.k MH dalam paparannya di halaman Dit Krimum Mapolda Sumut Rabu (11/9/2019) sekitar pukul 15:20 wib.

Sebelum TSK menyerahkan diri ke Polisi ,rumah TSK sudah diselidiki oleh Petugas Polda sumut. Saat itu petugas mengetuk pintu rumah TSK namun pintu tidak dibuka dan hari berikutnya TSK menyerahkan diri ke Petugas.

Sebelum penangkapan awalnya TSK terdeteksi oleh petugas Senin (9/9/2019) pagi, sehingga Petugas dari Polda Sumut langsung menurunkan Tim ke lokasi untuk menangkap pelaku di rumahnya JL.Karya no 12.Setelah pelaku diamankan selanjutnya diboyong ke Markas Polda Sumut untuk diperiksa.

Menurut Andi Rian, laporan aduan kasus ini masuk pada 2010 di Mapolresta Medan dan Pelapornya Arsyad Lis mewakili PT Anugerah Dirgantara Perkasa (ADP).ADP melaporkan TSK ke Polisi dengan dugaan pemalsuan surat menggunakan surat palsu dan menempatkan keterangan palsu dalam dokumen untuk menjual tanah yang bukan miliknya ke orang lain.TSK menggunakan alas hak Uittrexel (bahasa Belanda), yang seolah-olah dialah ahli waris atas tanah milik almarhum Tju Tam Soon.

Tetapi kami sudah tanyakan kepada ahli dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) maupun ahli lain bahwa itu bukan merupakan alasan terhadap satu objek lahan yang berada di daerah Polonia kurang lebih seluas 5 hektar. Kalau kita hitung, (tanah) itu sekarang nilai asetnya kurang lebih 100 miliar rupiah,” terang Andi Rian sambil menunjukkan sejumlah dokumen berupa AKTE Notaris pelepasan ganti rugi, dokumen bukti ukur lahan objek dan gambar objek.

Mengenai lahan yang sudah dijual, Polda Sumut terlebih dahulu akan mendudukan perkaranya karena lahan ini milik ahli waris Alm Tju Tam Soon. Sekitar lima tahun memburon atas kasus penggelapan tanah dan pemalsuan surat serta memberi keterangan palsu soal tanah seluas 5 hektar di daerah Medan Polonia, Robby mayer (51), akhirnya ditangkap polisi di kediamannya di Jalan Karya I No 12 Kompleks Pemda Kelurahan Karang Berombak Kecamatan Medan Barat, Selasa (10/9/19).

“Tersangka masuk DPO (Daftar Pencarian Orang) Januari 2015.TSK ditangkap kemarin pagi,” terang Direktur Reserse Kriminal Umum Komisaris Besar Andi Rian, dalam jumpa PERS di Markas Polda Sumut, Rabu (11/9/19).

Dengan dokumen-dokumen palsu itu, seolah -olah ada transaksi penyerahan uang. Padahal, kata Andi Rian, penyerahan hak itu justru fiktif. Pada 2011, kasus ini pernah dihentikan. Namun korban tidak mau tinggal diam. Kasus ini kemudian digugat lewat praperadilan.Hasilnya gugatan mereka dikabulkan pengadilan. Pengadilan memerintahkan penyidik untuk kembali membuka kasus ini dan menindaklanjuti penanganannya. Pada 2014 tersangka RM dipanggil penyidik untuk diperiksa namun mangkir, hingga akhirnya pada Januari 2015, tersangka ditetapkan statusnya sebagai buronan.

Mengenai lahan yang sudah dijual, Polda Sumut terlebih dahulu akan mendudukan perkaranya karena lahan ini milik ahli waris Alm Tju Tam Soon. Sementara dalam kesempatan jumpa pers itu,TSK Robby mayer membantah tuduhan soal penggelapan lahan tersebut.

Ia mengatakan, lahan yang masuk kategori Utriexel itu bukan seluas lima hektar melainkan 98 hektar. “Itu sudah dibatalkan karena pengukurannya salah. Sebenarnya bukan lima hektar. Tanah semuanya itu sudah saya ukur 98 hektar dan terdiri dari uttriexel,” terangnya saat di konfirmasi awak media.

 

( novrizal )

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: