151 Meja/Stand di Lt 1 Pasar Marelan Tak Jelas Statusnya Akan Di Proses Hukum

Medan, Sumut (medikomentar.com) – Meja/Stand yang berada di lt. 1 Pasar Marelan Medan yang tidak jelas status kepimilikan tempatnya akhirnya menjadi tanggapan yang sangat serius oleh redaksi mediakomentar.com dan publik terutama masyarakat pedagang.

Informasi yang didapat dari pedagang yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan bahwa “di dalam gedung masih banyak meja/stand yang masih kosong dan belum jelas status kepemilikannya, heran juga kami padahal jika pedagang yang dihalaman bisa masuk berdagang di dalam gedung, itukan bisa lebih baik” ungkap pedagang tersebut. Sabtu (19/6) sekitar pukul 10.00 Wib

Jika dilihat dari situasi ramainya pedagang yang berjualan di halaman Pasar Marelan di bandingkan dengan situasi pedagang yang berjualan di dalam gedung terutama di lantai I, memang menampilkan suatu pemandangan yang aneh. Dimana dengan ramainya pedagang di halaman pasar, seolah meja/stand yang ada di dalam gedung sudah terisi semuanya. Padahal masih banyak meja/stand yang kosong. Informasi yang didapat awak media bahwa meja/stand yang kosong tersebut yang belum jelas status kepemilikannya sebanyak 150 an meja.

Untuk memastikan hal ini redaksi mencoba menghubungi Kepala Pasar Marelan Syaiful Akhyar via selular dan akhirnya membuat janji ketemu di sebuah coffe shop di Kota Medan sekitar pukul 17.00 Wib.

Dan dalam pertemuan tersebut Syaiful Akhayar, SH (Kepala Pasar Marelan) menjelaskan bahwa “memang benar ada 151 Meja/stand, masih ada meja yang kosong dan belum memiliki Surat Izin Pemakaian Tempat Berjualan (SIPTB)” Terangnya.

Disaat ditanya mengapa bisa sampai saat ini mengapa diatas meja/stand tersebut belum memiliki SIPTB beliau mengatakan

“Saya juga heran, mengapa hal ini bisa terjadi. Sebab dari sejak dibangunnya Pasar Marelan ini di awal tahun 2017, selayaknya Meja/stand semuanya sudah memiliki SIPTB. Memang di dalam administrasi pembukuan Pasar, 151 meja /stand tersebut tidak memiliki SIPTB. Memang akan lebih bagus sekali jika 151 Meja/stand bisa diisi oleh pedagang terutama yang berdagang di Halaman Pasar. Tetapi itu semua tetap harus mengikuti mekanisme yang ada” jelasnya lagi.

Wah aneh juga rasanya jika Bapak Kepala Pasar bisa jadi heran, padahal Bapakkan Kepala Pasarnya” Tanya redaksi

Lalu seketika Syaiful Akhyar menjawab “ memang benar, tapikan saya masih sekitar 4 bulan menjabat Kepala Pasar, dan persoalan 151 ada keterlibatan Persatuan Pedagang Pasar Tradisional Medan (P3TM) beserta para pemangku jabatan yang ada di sekretariatan PD. Pasar Kota Medan dalam hal pemprosesan penerbitan SIPTB” Jawabnya.

Tambahnya lagi “jadi memang sangat baik jika 151 meja/stand di Lt I bisa terbit SIPTBnya, dan akhirnya seluruh meja/stand akan penuh terisi oleh pedagang. Dan jika harus dibutuhkan saya akan membawa permasalahan ini keranah hukum. Karena terdengar isyu yang beredar kalau diatas meja/stand 151 tersebut ada cerita menyangkut uang pihak pedagang yang sudah disetor kepada P3TM tetapi sampai saat ini juga belum terbit SIPTBnya, itukan sama artinya penipuan dan pendzholiman. Saya akan menyurati P3TM dan pihak terkait untuk memberi keterangan 151 meja/stand agar kedudukan status 151 meja/stand tersebut jelas apa lagi dimata hukum” tutup Syaiful Akhyar. (red)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: